Membicarakan tentang pemuda tak akan
ada habisnya Kalau orang Betawi bilang "Kagak ada matinye!"
“Berikan saya sepuluh orang pemuda. Maka
saya akan mengguncang dunia!!!” (Ir. Soekarno). Pun itulah pekikan yang masih
menggema dan teringat di relung hati tiap-tiap pemuda. Kalimat dahsyat itu
terucap dari proklamator sekaligus president pertama Republik Indonesia.
Di era ini, millennial generation atau
generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers sibuk
memburu tren berpakaian, gaya hidup dan lain-lain. Tentunya yang dari waktu ke
waktu terus berubah seiring perkembangan teknologi terkini. Tak jarang sebagian
besar waktu mereka dihabiskan didepan gadget, komputer dan semacamnya.
Teknologi juga membuat para generasi
internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai wadah untuk mendapatkan
informasi secara cepat. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan
dan sumber berita utama bagi masyarakat.
Seperti yang kita ketahui, pemuda milenial
lebih suka menggunakan gadgetnya daripada sekadar membaca buku atau
menonton televisi. Informasi yang datang terus menerus akhirnya juga menjadi
makanan sehari-hari bagi mereka tanpa disaring dan diteliti terlebih dahulu kebenarannya.
Jika yang terjadi demikian generasi milenial bisa terjebak dalam berita HOAX!!
Akibatnya peperangan di sosial media, adu
argumen dan saling merasa paling benar seringkali terjadi. Tak hanya itu,
informasi HOAX juga terkadang memberikan dampak negatif bagi generasi milenial
dalam segala aspek. Seperti dari segi pengetahuan dan pendidikan, khususnya
pendidikan islam.
Padahal
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita untuk senantiasa
bertabayyun dengan arti lain memverifikasi setiap berita yang kita terima agar
kita tidak begitu saja menelan mentah-mentah berita atau informasi tersebut.
Pernah
pada suatu ketika, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim seorang utusan
bernama Walid Bin Uqbah yang bertugas memungut zakat di perkampungan Bani
Musthaliq. Ketika akan memasuki perkampungan itu, ia disambut oleh Harits al-Khuzai
(pemuka Bani Musthaliq) dan orang-orang yang ada di kampung itu. Menyaksikan
pemandangan tersebut, Walid bin Uqbah jadi salah duga. Ia mengira orang-orang
Bani Musthaliq yang datang keluar menyambutnya itu akan membunuhnya. Kemudian,
ia bergegas pulang dan mengadukannya kepada Rasulullah sallallahu alahi
wasallam.
Setelah mendengar penuturan Walid, Nabi
sallallahu alaihi wasallam lalu memanggil pemuka Bani Musthaliq untuk meminta
penjelasan atas laporan dari utusannya itu. Kepada Rasulullah, pemuka Bani
Musthaliq mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak bermaksud membunuh Walid,
melainkan ingin melakukan penyambutan. Inilah akibatnya jika tidak ada tabayyun
/ cross cek. Laporan yang disampaikan tidak hanya memuat informasi yang
keliru, tapi juga sangat jauh dari kebenaran.
Peristiwa
tersebut kemudian menjadi asbabun nuzul (latar belakang turunnya) Surat
al-Hujurat (49) ayat 6, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang
kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar
kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya
yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".
Karena
itu, peringatan mauled nabi Muhammad sallalahu alaihi wasallam yang jatuh pada
tanggal 20 November 2018 kali ini para generasi milenial diajak untuk
mempelajari tentang sikap Nabi Muhammad tersebut dalam menerima berita dari Walid
Bin Uqbah. Pelajaran yang dapat diambil oleh para generasi milenial adalah terus
menggali potensi dengan segala kemudahan teknologi informasi yang ada untuk
akhirnya membentuk pribadi-pribadi pemuda islam sejati. Yang cerdas, shalih, dan produktif dan
menginspirasi, serta pastinya bukan saling serang dan marah-marah di media
sosial. Jika setiap kali mendapatkan berita baik berupa potongan video maupun
artikel yang disebarkan lewat media online, hendaknya menulusuri asal-usul
beritanya terlebih dahulu, mencari informasi leboih lanjut tentang berita yang
tersebar sebulum menceritakan kepada yang lainya agar tidak terjebak dan mampu
membenarkan berita HOAX!!
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam
Allahumma Shalli ala Sayyidinaa Muhammad Wa
Alaa Alihi Wa Shohbihi Wasallam Wallahu a’lam
bishawab
Sumber; https://www.gomuslim.co.id/read/opini/2018/11/20/9629/-p-peringatan-maulid-nabi-muhammad-menjadi-generasi-milenial-sejati-dengan-em-tabayyun-em-ala-nabi-p-.html
Posting Komentar