Jum’at 24
agustus 2018 merupakan hari yang membahagiakan bagi para pemiliki kereta
kelinci pasalnya pada hari itu hampir seluruh masyarakat di Desa Pandes
Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten mejadi penumpang kereta kelinci. Kereta kelinci
pada hari itu bukan berkeliling mencari penumpang seperti pada hari biasanya,
namun hari itu para warga yang mencari kereta kelinci untuk mereka tumpangi. Dua
minggu sebelum diadakanya kegiatan Pawai takbiran dengan kereta kelinci,
tepatnya pada tanggal 10 agustus Pemerintah Desa Pndes telah menyebarkan
pamplet keseluruh masjid yang ada di Desa pandes tentang kegiatan pawai
takbiran yang akan dilaksanakan. Sontak setelah berita itu terdengar oleh
masyarakat luas, berbondong-bondong warga masyarakat mendaftarkan diri di
masjid terdekat untuk mengikuti kegiatan takbiran tersebut.
Belakangan ini
kereta kelinci mulai redup eksistensinya selain warga yang sudah mulai bosan
mengendarainya juga terdapat peraturan di berbagai daerah yang dikeluarkan oleh
kepolisian setempat tentang pelarangan kereta kelinci melintas di jalan raya alasanya
karena kendaraan tersebut panjang dan membahayakan pengguna jalan lain, jika
ingin mendahuluinya.
Hal tersebut
tidak menghalangi Pemerintah Desa Pandes yang ingin menyelenggarakan kegiatan
untuk memperingati Hari Raya Idul adha yang hanya datang satu tahun satu kali.
Pada
tahun-tahun sebelumya diadakan takbiran keliling dengan berjalan kaki, setelah
dievaluasi kegiatan tersebut kurang menarik minat warga mengingat yang mampu mengikuti
kegiatan tersebut hanya warga yang telah berusia remaja. Sedangkan anak-anan
dan lanjut usia tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Para lanjut usia sudah
berumur dan sudah tidak mampu lagi jika berjalan kaki dengan jarak yang cukup
jauh, sedangkan anak-anak belum mampu berjalan sejauh itu dan masih perlu
pengawasan orang tua jika sewaktu-waktu menangis di jalan.
Pada tanggal
9 agustus 2018 akhirnya diputuskan utnuk penyelenggaraan kegiatan memeriahkan
Hari Raya Idul Adha menggunakan kereta kelinci. Kereta kelinci dipilih karena
mampu memuat banyak penumpang dengan nyaman. Warga masyarakat sangat antusias
mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan pawai takbiran keliling dilaksanakan
setelah sholat isya’ namun sebelum adzan maghrib kereta kelinci telah sampai ke
masing-masing masjid, warga masyarakat yang telah menunggu, dengan segera
memasang berbagai aksesoris seperti spanduk dan soundsystem yang akan digunakan
untuk takbiran selama dalam perjalanan pawai takbiran keliling.
Jumlah 42
kereta kelinci datang dari berbagai kecamatan. Di kecamatan Wedi sendiri total
hanya tersedia 12 kereta kelinci, sehingga Pemerintah Desa Pandes mendatangkan
kereta kelinci dari berbagai daerah terdekat seperti; dari Kecamatan Kali
Kotes, Trucuk, dan Bayat agar persediaan kereta kelinci mampu menampung seluruh
wrga yang mendaftar mengikuti kegiatan pawai takbiran tersebut.
Penulis:
Zahid Abdullah
Nim:
(G000150185)
Posting Komentar